Dalam memasuki tahun ajaran baru 2014/2015 banyak dijumpai para orang
tua berebutan sekolah yang “dianggap” terbaik bagi anak agar kelak dimasa depan
mendapatkan masa depan yang baik dengan membekali anak dengan ilmu pengetahuan umum
yang terbaik pula. Akan tetapi banyak juga dari orang tua yang melupakan
tentang pendidikan moral, akhlak dan agama sehingga banyak dari orang tua lebih
memilih sekolah dasar daripada sekolah dasar swasta (Madrasah Ibtidaiyah).
Bahkan banyak dari orang tua melakukan berbagai cara agar anaknya bisa diterima
disekolah yang “dianggap” favorit, itu semua paradigma orang tua saat ini lebih
condong mementingkan ilmu pengetahuan umum saja tanpa diimbangi ilmu
pengetahuan agama baik. Kita semua tahu bahwa porsi pembinaan moral, akhlak dan
agama di sekolah negeri dan sekolah swasta (berbasis agama) jauh berbeda. Sebagai
contoh banyak dari para orang tua yang hanya mementingkan ilmu pengetahuan
malah terjebak dalam isi sekolah yang tidak memiliki moral dan mengakibatkan
tegerusnya nilai-nilai kesusilaan sehingga banyak terjadi kasus asusila seperti
pencabulan guru ke murid, murid ke murid, pencurian oleh anak, pembunuhan teman
sejawat dll
Rabu, 25 Juni 2014
Rabu, 11 Juni 2014
Revolusi Hijau dan Penyuluhan Pertanian
Ketika
revolusi hijau (green revolution) dikenalkan awal 1970-an dan berkembang
hingga terbukti ampuh dengan pencapaian swasembada beras nasional tahun 1984,
penyuluhan pertanian banyak disebut sebagai salah satu kunci kisah sukses
tersebut. Kini hampir seperempat abad setelah even tersebut, nampaknya menjadi
momen yang penting untuk mengengok kembali eksistensi dan kondisi terkini atas
penyuluhan pertanian.
Rabu, 04 Juni 2014
Puasa Dimulai Tanggal 28 Juni 2014
Bulan Suci Ramdhan adalah dilipatka gandakannya setiap amal kebaikan dan merupakan bulan yang selalu ditunggu setiap umat Islam setiap tahunnya. Pada tahun 2014 bulan yang mubarok akan segera menghampiri setiap muslim, oleh karena itu sebagai umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri menyambut bulan yang penuh berkah tersebut.
Rabu, 28 Mei 2014
Kedudukan Aqal Dan Nakl Dalam Pandangan Islam
Akal dalam
pandangan Islam diletakkan pada tempat yang layak, tidak meninggikannya hingga
menjadi sesuatu yang dipertuhankan, tetapi juga tidak direndahkan atau
dihinakan hingga penyandangnya tidak ubahnya seperti hewan.[1] Menurut Syaikh
Ali bin Hasan Al-Halaby Al-Atsary, Islam telah menunjukkan beberapa fenomena
penghormatan terhadap akal; diantaranya dalam menegakkan dakwah kepada iman
berdasrkan kepuasan akal. Dalam hal ini Islam mengarahkan untuk berpikir dan
mengamati. Maka, perhatikanlah firman Allah berikut :
أَفَلاَ يَتَدَبّرُونَ
الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللّهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ اخْتِلاَفاً
كَثِيراً
“Maka
apakah mereka tidak memeperhatikan Al-Qur’an? Kalau sekiranya Al-Qur’an itu
bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di
dalamnya” (QS. An-Nisaa’ : 82).
Langganan:
Postingan (Atom)




