Assalamu'alaikum....Selamat Datang di MATAHARI DUNIA GUNUNGSARI....Blog anak Desa Gunungsari Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro BOJONEGORO DEVELOPMENT COMMITTEE (BOJODEC) adalah Organisasi Yang Bergerak Dalam Bidang Sosial Kemanusian. Bergabunglah Bersama Kami Untuk Bojonegoro Sejahtera Lahir dan Bathin

Sabtu, 15 Maret 2014

Golput ?


Mari kita berpikir terbalik mengenai pemilihan umum di indonesia yang akan terjadi saat ini....
Jika kita lihat secara teliti bahwa semua calon anggota legislatif bahkan calon presiden pun adalah orang-orang politik yang secara disadari atau tidak oleh masyarakat mereka akan tetap terikat kontrak oleh "klub" mereka sendiri meskipun mereka mengatakan akan membela kepentingan rakyat dan menyejahterakan rakyat dengan janji-janji manisnya. Akan tetapi tanpa disadari sebenarnya rakyat hanya sebagai objek kekuasaan oleh "klub", jika menguntungkan "klub" maka perbuatan apapun akan dilaksanakan demi mewujudkan kejayaan "klub". Sebagai contoh si Mr.J yang dulu pernah menjabat sebagai walikota "SL" didaulat oleh "klub"nya untuk mengikuti pemilihan gubernur "J" dan akhirnya pun bisa menjadi gubernur di porvinsi "J" setelah pemerintahan berjalan beberapa bulan. Si Mr.J mengatakan tidak akan menjadi presiden di republik ini, karena merasa belum pantas dan akan kosentrasi sebagai gubernur "J", hingga beberapa hari yang lalu ia didaulat lagi oleh "klub"nya untuk menjadi presiden dan ia pun mengikuti "klub"nya dan ia pun menghianati ucapannya sendiri.



Kita hentikan sejenak terlebih dahulu mengenai pencapresan si Mr.J. Kita lihat temannya yang se"klub" dengan MR.J yaitu Mrs.R yang juga menjabat sebagai walikota di "SY" dengan prestasinya yang sudah diakui secara mendunia dan program-program yang pro-rakyat nya dan kedekatannya dengan rakyat kecil , dia diangkat bagaikan pahlawan di kota "SY". Bahkan ketika wacana meluncur dengan deras mengenai Mrs.R akan mengundurkan diri sebagai walikota "SY", karena adanya ketidak cocokan dengan wakilnya (yang notabene adalah kawan se"klub") banyak dari masyarakat "SY" bahkan diluar "SY" memberikan dukungan dan ada yang membuatkan petisi dukungan ke Mrs.R. Bahkan email saya juga mendapatkan kiriman petisi tersebut, akan tetapi saya tidak menghiraukan   petisi tersebut karena saya berpikir bahwa itu hanya wacana yang diluncurkan oleh "klub"nya untuk mengetahui respon rakyat. Apakah rakyat akan mendukung walikota Mrs.R atau mengacuhkan Mrs.R ? Dan JEBREEEET bagaikan tikus lapar yang diiming-imingi keju, rakyat "SY" dan indonesia tejebak dan masuk jebakan dalam wacana tersebut. Skenario yang diluncurkan oleh "klub" ternyata berhasil 100% tanpa cacat dan diakhir drama tersebut Bu Bos "Klub" datang dan seolah-olah menghentikan gempa yang melanda "kota SY" dengan membawa bendera "klub" dan tak lupa juga mengajak Mr.J duduk disampingnya dan si Bu Bos duduk di tengah kedua tokoh besar yaitu Mr.J dan Mrs.R dan secara tersirat mengatakn ini adalah anggota "klub" kami maka dukunglah "klub" kami, karena tokoh-tokoh kalian adalah kader "klub" kami. Dan lagi-lagi rakyat yang tidak mengetahui skenario tersebut hanya sebagai objek kejayaan "klub".


Kita lihat hubungan peristiwa dan skenario yang telah dilakukan oleh "klub" tersebut antara Mr.J dan Mrs.R serta Bu Bos. Dari wacana-wacana yang diluncurkan oleh "Klub" terhadap elektabilitas kadernya diberbagai daerah terlebih adanya dukungan dari media yang luas ikut mengangkat citra dari Mr.J dengan menyebutkan segala kebaikan dan prestasinya dan akhirnya secara sepihak tanpa pertimbangan dari seluruh rakyat "J" si Mr.J diangkat secara sepihak oleh "klub"nya menjadi capres. Ini menunjukkan secara jelas bahwa sampai kapanpun Mr.J atau Mrs.R adalah orang "klub" dan akan tetap patuh terhadap "klub"nya bukan terhadap rakyat. Dan oleh karena itu , pemilih pemula dan rakyat indonesia haruslah berhati-hati, karena  meskipun mereka mengatakan akan membela rakyat dsb pada dasarnya mereka tidak akan membela rakyat akan tetapi mereka membela nama baik dan citra "klub". Jadi untuk apa biaya pemilu yang besar dihabiskan hanya untuk memilih pemimpin yang hanya membela "klub"nya masing-masing tanpa memperhatikan rakyat yang memilihnya. Karena semua yang mereka lakukan adalah hanya untuk klub, rakyat hanya sebagai sampul.


####LEBIH BAIK GOLPUT daripada MENJADI OBJEK KLUB### 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar